July 12, 2015

Surat Terbuka untuk Klaten

Klaten adalah kita. Seluruh warga, pejabat, pelajar, pengembara, yang telah sukses dan pergi, yang mendhi gondhi, dan para pejuang yang berasal, yang tinggal,  dan yang pernah meninggalkan Klaten. Perkenalkan nama saya Joshua Harry Prabowo. Saat ini saya tinggal di Bogor karena SMA saya ada di Bogor. Saya berasal dari Klaten, dan lahir sekitar tujuh belas tahun lalu, saat saya menulis post ini. Saya memiliki banyak relasi yang tidak terbatas pada usia yang sebaya, melainkan mulai dari muda hingga usia emas, juga dari latar belakang yang beragam. Saat saya duduk di bangku sekolah dasar, guru les saya yang mengajar IPS pernah berkata bahwa Klaten merupakan salah satu kota yang memegang peranan penting dalam sejarah kemerdekaan Indonesia. Mulai dari menjadi pusat dagang pada zaman...

June 7, 2015

Memilih Bersama dari Sabang Sampai Merauke

Inovasi tidak hanya terjadi dalam dunia teknologi, melainkan pada dunia yang lain pula. Salah satunya adalah dunia politik. Dunia politik di Indonesia yang bisa dikatakan baru seumur jagung masih belum mendapatkan stabilitas. Tentunya hal tersebut terjadi demi kemajuan politik bangsa ini. Salah satu hal yang mengalami perubahan kembali baru-baru ini adalah sistem pemungutan suara. KPU memiliki usulan inovasi baru dalam hal pemungutan suara di Indonesia. Inovasi tersebut adalah perencanaan 'pilkada serempak'. Tentu terbayang dengan maksud dari 'pilkada serempak'. Pilkada ini dilakukan secara serempak di seluruh negeri, di mana pilkada ini tidak hanya melibatkan satu jabatan saja, namun seluruh jabatan di daerah. Rancangan ini tentu memiliki tujuan yang baik pada saat dirancang. Tujuannya adalah...

May 27, 2015

Future and Perfekt

aku sudah sering mencoba banyak hal yang aku rasa mampu meningkatkan kualitas hidupku saat ini. Tentu saja, aku menyiapkan hidupku untuk menghadapi kehidupan yang akan datang. Namun, aku tidak mengerti bagaimana caranya membuat hidupku menjadi lebih baik. Aku merasa segala upaya yang telah aku lakukan adalah sia-sia. Aku telah mengorbankan banyak hal, namun aku tidak mendapatkan satu hal pun yang signifikan terjadi di dalam hidupku. Bertengger pada teman pun belum pernah membawa suatu pencerahan yang berarti. Aku tidak mengerti bagaimana caraku gidup di kemudian hari, jika aku masih saja seperti ini. Belajar pun masih belum mampu, tidak belajar juga tidak mampu. Seakan-akan memang aku tidak memeiliki kemampuan. Kadang aku bingung mengapa banyak orang aku memiliki kemampuan ink itu. Aku melihat...

May 26, 2015

Berpikir Kritis Lewat "Memento"

Sangat tidak biasa ketika kita menonton sebuah drama, pertunjukan teater, atau film dengan alur mundur. Kebanyakan drama atau film disajikan dengan alur maju atau campuran. Meskipun campuran kecenderungan alur yang diberikan tidak sepenuhnya campuran, melainkan hanya pada beberapa babak saja alur campuran itu ditampilkan. Bisa kita bayangkan, betapa pusingnya kepala kita saat menonton film jika kita harus mengingat kejadian di awal(di mana itu adalah akhir cerita) dan baru memahami kejadian di akhir(di mana itu adalah awal cerita) film agar kita bisa memahami dengan baik. Cukup terbayang pusingnya memang, walaupun alurnya sudah diatur secara runtut. Lalu, terbayangkah kalian jika alur pada setiap babak maju mundur? Tentunya itu membuat kita...

May 16, 2015

Tergantung di Celah Tebing

Tolong!! Tolong!! Tolong aku! Aku baru saja jatuh dan terperosok pada dua buah tebing tinggi yang sempit! Kakiku masih tergantung pada celah sempit ini... Aku tak bisa bergerak, hanya suara yang mampu kumainkan. Tebing ini membuatku tergantung. Sempit dan sangat sempit... Aku tidak mampu menggerakkan badanku, namun aku tahu aku akan jatuh. Didingnya terlalu licin, namun sempit! Jika memang aku harus jatuh, biarkan aku jatuh dan bergerak. Jika memang aku harus mati, biarkan aku mati segera! Jangan buatku menggantung dalam celah sempit ini. Terlalu gelap dan menakutkan. Aku berharap akan ada yang menolongku. Semoga itu gempa bumi yang mampu menggoncangkan tebing ini dan membagi celahnya menjadi d...

November 30, 2014

Analisis Cerita Ulang Rawa Pening - Danau Tiga Warna

Rawa Pening             Pada suatu hari, hiduplah sepasang suami istri yang sangat baik, pemurah, dan senang menolong. Mereka adalah Ki Hajar dan Nyai Selakanta yang tinggal di sebuah lembah, di antara Gunung Merbabu dan Telomoyo. Mereka sangat disegani dan dihormati oleh warga kampungnya.  Sayangnya, nasib mereka sungguh malang. Meskipun sudah lama menikah, mereka belum juga dikaruniai seorang anak. Walaupun demikian, mereka tetap hidup dalam kerukunan dan kehangatan keluarga tetap mereka dapatkan.             Setelah sekian lama mereka hidup berdua, tiba-tiba Nyai Selakanta termenung sedih. Ia meminta Ki Hajar untuk bertapa di Gunung Telomoyo. Ia meminta suaminya bertapa...

November 20, 2014

Kemaluan Semasa Kecil

Lima tahun lalu, sejak saat aku menulis cerita ini pernah terjadi suatu kejadian memalukan dalam hidupku. Tepatnya hal ini terjadi saat aku duduk di bangku kelas enam sekolah dasar. Saat itu bulan ramadhan, di mana mayoritas umat muslim menjalankan ibadah puasa, dan sisanya ikut menyemarakkan momen-momen berharga tersebut. Tak berbeda denganku, meskipun aku tidak merayakan, namun aku ikut menikmati saat-saat berharga dalam bulan itu. Tepatnya ketika aku berada di kota kelahiranku, Klaten. Pada saat itu, buka bersama adalah suatu hal yang luar biasa bagi anak-anak sekolah dasar, terlebih belum banyak anak-anak seusiaku, entah hanya di kotaku yang kampung atau memang di semua kota, yang mengadakan acara seperti itu. Aku sedikit lupa tentang siapa yang mencetuskan ide itu di kelas, yang pasti,...

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | GreenGeeks Review